Cerpen : Aku bisa apa ??
Semacam ingin pergi tapi serasa ditahan, ingin bertahan tapi serasa dibuang. Bulan nampak redup, bintang pun seakan tertunduk sedih. Angin malam nampaknya sedang tidak bersahabat, berhembus seakan tanpa tujuan , tanpa arah. Titik - titik air jernih dari langit mulai berjatuhan menimpa tanah. Bau tanah mulai tercium, begitu khas. Dingin, sangat dingin hingga terasa menusuk sampai ke tulang - tulang. Bersama air hujan itu, sebuah perasaan menjelma menjadi air mata. Sakit hati, tepatnya kecewa. Tanpa sadar air matanya mulai membanjiri pipinya. Ia menangis bak kehilangan sesuatu yang amat dicintainya, yah ia memang kehilangan seseorang. Tapi bukan orang tuanya, bukan saudaranya, bukan pula sahabatnya. Lalu siapa? Seseorang itu adalah..entahlah! Adhara juga bingung siapa kah dia sebenarnya. Ia bingung harus menganggap seseorang itu sebagai siapa. Matanya mengisahkan peristiwa yang membuat dadanya begitu sesak. Apakah seseorang itu telah menyakiti Adhara? Bwaarr...suara petir mengagetka...